Melihat fenomena yang ada saat ini, tampak bahwa SBY menjadi satu-satunya orang yang sudah pasti menjadi CaPres. Tetapi kesiapan ini ternyata benar-benar menguntungkan SBY. Apa pasal? Karena orang-orang sudah ramai berbicara tentang siapa pendamping SBY.

Perbincangan ini tak ayal menjadi semacam kampanye yang implisit. Sudah ramai di berbagai media, terutama media online, yang mencari-cari pendamping ideal untuk SBY. Mulai dari milis, kuis online hingga voting. Sehingga, yang ada dibenak sebagian orang bukan lagi siapa Presiden Indonesia untuk periode 2009-2014, tetapi sudah beralih menjadi, siapa yang pantas menjadi Wakil Presiden Indonesia untuk periode 2009-2014.

Dengan demikian, isu tentang capres lain sudah menjadi kurang menarik. Capres lain seolah-oleh sudah kalah start. Sehingga untuk mengaburkan kembali keseimpulan pemilih perlu usaha yang benar-benar keras.

Well, selamat berjuang!

Advertisement