Kalau kita mengingat lagi MC pria yang kerap muncul di televisi, maka bisa dipastikan bahwa kebanyakan dari mereka berubah gender. Sebut saja Olga dan Ruben. Kedua MC top ini tampaknya sulit dikategorikan ke kelas Pria, dengan paradigma Victorian tentunya.
Berperangai layaknya banci memang menjadi nilai tersendiri bagi seorang MC. Umunya, mereka menjadi lebih lucu. Suasana pun menjadi lebih segar dan hidup meksi seringkali alur menjadi rancu.
Namun demikian, pasar atau dalam hal ini pemirsa, mulai dijenuhkan oleh seringnya banci-banci tampil di televisi. Pemirsa kehilangan sosok Pria. Sosok yang cukup gagah, berperawakan cukup ideal dan (mungkin ini yg paling penting bagi gadis-gadis) masih available/single.
Mungkin dari ketiga kategori diatas, untuk 1 dan 2, Ferdi Hasan masih masuk dalam hitungan kita. Ferdi cukup maskulin dan pembawaannya tidaklah banci. Namun, Ferdi tidak termasuk kateogri 3, padahal ini merupakan fakor yang cukup penting jika suatu acara ingin mendapatkan pemirsa sampingan (sebut saja demikian untuk pemirsa yang awalnya hanya ingin melihat sang pembawa acara).
Di tengah krisis ini, Choky muncul. Untuk kategori 1 dan 2, tidak usah kita ragukan lagi. Untuk kategori 3, tampaknya hingga saat ini belum ada cincin di jemari Choky. Maka kini perhatian produser acara televisi yang merindukan sosok Pria available, akan beralih ke Choky. Tentunya, hal ini tidak bisa juga kita hilangkan faktor acara franchise yang selama ini dibawa oleh Choky, tetapi pertanyaannya apakah Choky dulu atau fenomena krisis dulu?
Apapun itu, selamat buat Bang Choky, semoga makin sukses!